Indonesia Ditargetkan Sebagai Tujuan Destinasi Wisata Media Masa Depan

Mawardi Tombang
Minggu, 13 Januari 2019 09:38:36

KANALSUMATERA.com - Indonesia sedang menggarap sebagai negara dengan tujuan wisata halal medis di masa depan. Rumah Sakit Syariah menjadi salah satu modal awal yang sedang dipersiapkan. Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (Mukisi) optimistis dengan tujuan karena Indonesia punya modal mumpuni.

"Wisata halal medis sejatinya sangat potensial untuk Indonesia. Tantangannya adalah membangun kolaborasi berbagai pihak lintas profesi untuk membangun platform industri ini," kata Sekretaris Mukisi, Burhanuddin Hamid Darmadji kepada Republika.co.id, Ahad (13/1).

Mukisi dan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah bekerja sama memperkuat potensi dengan melahirkan sertifikasi RS Syariah Indonesia. Burhanuddin mengatakan sertifikasi RS Syariah ini pertama di dunia.

Menurutnya, produk sertifikasi dari DSN MUI tersebut diakui secara internasional. Mukisi berperan dalam mendampingi persiapan Rumah Sakit untuk dinilai oleh tim DSN MUI. Total yang sudah dan sedang berproses sertifikasi ada 31 Rumah Sakit.

Baca: Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat

"Rumah sakit yang tersertifikasi berasal dari RS Swasta, RSUD Pemerintah & RS milik BUMN," katanya.

Jika dilihat dari aspek pelayanan medis, Burhanuddin optimistis Indonesia siap menjadi destinasi. Namun yang perlu dipastikan adalah integrasi platform wisata halal ini dengan stakeholder yang lain.

"Ke depannya, untuk membangun jaringan lebih solid maka perlu diperjelas bagaimana agar tarif bisa kompetitif. Sementara pajak alat kesehatan dikategorikan sebagai barang mewah. Di Malaysia, pajak alat kesehatannya zero."

Contoh lain adalah infrastruktur transportasi. Jika dibandingkan negara tetangga, Indonesia masih belum terintegrasi. Burhanuddin mengatakan Mukisi memang belum memiliki dan menyusun data potensi wisata halal medis Indonesia, namun untuk pelayanan medis rata-rata sudah terstandarisasi.

Baca: Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar, Bahas Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

"Jika akan menyusun peta itu perlu kolaborasi dengan pariwisata, sekarang kami fokus dulu memperbanyak jaringan RS Syariahnya," kata dia.

Ketua tim percepatan wisata halal Kementerian Pariwisata, Riyanto Sofyan mengamini bahwa potensi wisata halal medis Indonesia sangat besar. Jenisnya termasuk wisata halal yang memang sengaja dibuat. Disamping itu ada wisata alam dan wisata budaya.

Riyanto mengatakan Indonesia kaya akan ketiganya. Meski wisata halal medis perlu upaya lebih keras untuk mewujudkannya, ia optimis dan sepakat bahwa Indonesia akan menuju ke arah sana.

"Tentu kita akan menggarap itu juga, tapi perlu kolaborasi dan integrasi dengan berbagai pihak untuk mewujudkan," kata dia.

Baca: Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantara 2026, 5 Agenda Diantaranya dari Riau

Seperti membangun jejaring perhotelan di sekitar rumah sakit yang telah tersertifikasi syariah. Agar memberi kenyamanan pada pihak keluarga pasien internasional yang menggunakan layanan RS Syariah Indonesia.

Selain itu menyediakan kebutuhan-kebutuhan lain di sekitar titik pusat wisata halal medis. Mulai dari makanan halal, hingga kebutuhan rekreasi. Riyanto mencontohkan jaringan wisata medis di Thailand, Singapura, juga Malaysia yang sudah lebih dulu terbentuk.

Semua RS yang menjadi tujuan medis tersebut telah tersertifikasi internasional melalui akreditasi Joint Commision International (JCI). Riyanto mengatakan Indonesia juga perlu mengarahkan ke sana, karena targetnya adalah mancanegara jadi standarnya pun harus internasional.

"Contoh yang berhasil itu Bumrungrad Hospital di Thailand yang telah terakreditasi internasional JCI. Baik konvensional maupun syariahnya, jadi banyak Muslim yang ke sana," kata dia.

Lainnya
Ini Dampak Virus Corona bagi Wisatawan Bintan
Ini Dampak Virus Corona bagi Wisatawan Bintan
Pemkab Bangka Tengah akan Bangun Objek Wisata Alam di P
Pameran Ayam Hias Jadi Agenda Rutin Destinasi Wisata di
Berikut Jadwal & Harga Tiket Kapal Palembang-Bangka Len
Global
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz, Semua Kapal Bakal Dipungut Biaya 20 Persen
Skandal Korupsi Irak Terbongkar, Rp430 Miliar Disembuny
Sugiono Dijadwalkan Hadiri Pemakaman Ayatollah Ali Kham
Nasional
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Tifatul Sembiring Dorong Pengembangan Ekonomi Utara, Singgung Ketimpangan Destinasi dan Industri
Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief
Pemerintah Tetapkan Harga Khusus BBM Nelayan Rp15.000 p
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Daerah
200 Perusahaan di Pekanbaru Belum Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan
200 Perusahaan di Pekanbaru Belum Daftarkan Pekerja ke BPJS Ketenagakerjaan
Bupati Kampar Matangkan Penerapan Manajemen Talenta ASN
29 Pembuang Sampah Sembarangan Ditindak, DLHK Pekanbaru
Entertainment
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Teach You a Lesson di Netflix: Drama Kontroversial yang Menampar Keras Dunia Pendidikan
Salman Borneo, Pengisi Suara Plankton dan Giant di Film
Hendry Munief  Dorong Pemerintah untuk Hadir Bantu Ind
Viral
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Umrah, Sepeda Motor dan Uang Jutaan Rupiah
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga