Mirip Rambutan, Ramanas Buah Asli Muba yang Miliki Ciri Khas

Alwira Fanzary
Minggu, 27 Januari 2019 12:59:44
Buag Ramanas

KANALSUMATERA.com - Satu lagi tanaman asli asal Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang jarang sekali diekspos. Buah yang mirip sekali dengan buah rambutan ini, memiliki ciri tidak berbulu, rasa manis dan dagingnya tebal sama seperti buah rambutan. Pohonnya pun mirip dengan pohon rambutan, dan memiliki syarat tumbuh yang sama dengan tanaman rambutan.

Menurut Dikin (27) warga Sekayu, seperti yang diberitakan Sindonews.com, tanaman Ramanas atau sering disebut buah remanas sudah sangat jarang ditemui. Karena kurangnya minat untuk membudidayakan tanaman tersebut dan tidak memiliki nilai ekonomis. "Mungkin, nilai ekonomisnya yang kurang, jadi tidak ada orang yang menanamnya," ujarnya, Sabtu (26/1/2019).

Dia menambahkan, tanaman tersebut hanya berbuah satu kali dalam setahun bersama dengan musim hujan yang dimulai sekitar Oktober sampai Desember. Selain itu, tanaman tersebut saat ini terbilang cukup langka. Karena hanya bisa ditemui di desa atau dusun-dusun yang ada di Kabupaten Muba.

"Di sekitar dusun-dusun masih banyak, tetapi memang pohon ini sudah berusia di atas 20 tahun. Selain itu masyarakat musi selama ini hanya mengandalkan tanaman dari biji saja," terangnya.

Kabag Humas Pemkab Muba Herryandi Sinulingga, mengungkapkan, Muba memiliki tanaman buah khas dengan rasa yang khas juga. Untuk itu dia berharap dapat ditanam kembali seperti durian daun atau dian imbe, ramenas, pedare dan beberapa buahan khas lainnya.

"Ramenas merupakan buah asli Muba yang mungkin tidak ditemui di daerah lain. Sehingga wajib untuk dikembangkan, bahkan diteliti," jelasnya.

Pria yang akrab disapa Lingga ini juga mengungkapkan, pengembangan buah-buahan lokal dan asli dari Muba memang harus diperkenalkan secara luas. Sehingga Muba memiliki ciri khas tersendiri.

"Memang harus ada ciri khas dari Muba, selain sumber daya alam yang melimpah, tentunya memiliki daya tarik tersendiri dari sisi buah-buahan yang tumbuh subur di Bumi Serasan Sekate ini," pungkasnya.

Untuk diketahui bahwa, melakukan budidaya tanaman rambutan, angin berperan besar dalam melakukan penyerbukan bunga.


Intensitas hujan yang baik untuk melakukan budidaya tanaman rambutan adalah 1500 – 2500 mm per tahun dan merata sepanjang tahun.

Sinar matahari harus menyinari tanaman rambutan setidaknya 6 – 9 jam setiap harinya dan suhu di sekitarnya antara 23 – 27 derajat C agar pertumbuhannya serta buah yang dihasilkannya dapat maksimal. Jika sinar matahari yang didapatkannya kurang, maka pertumbuhan dan buah yang dihasilkannya akan menurun atau dapat dikatakan tidak sempurna.

Kelembapan udara yang dibutuhkan tanaman rambutan cenderung lebih rendah (miskin akan kandungan air), karena umumnya tanaman ini tumbuh di dataran rendah – sedang. Kondisi daerah seperti itu sangat cocok sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan tanaman rambutan. Kso

Lainnya
Wisata Halal jadi Produk Unggulan Aceh
Wisata Halal jadi Produk Unggulan Aceh
Pemkab Bengkulu Selatan Kucurkan Anggaran Rp3,7 Miliar
Kawasan Wisata Embung Air Bandar Raya Dibuka, Sekko: Ma
Ada 34 Lokasi Wisata Masuk Geopark Ngarai Sianok-Maninj
Fokus Redaksi
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
995 Airsoft Gun di Sekolah Jaksel Diklaim Berizin, Ini Penjelasan Perbakin
Pria Diduga Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Tim G
Kasus Tanah Warisan Kampar, Kuasa Hukum Minta Penyidik
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I
Pendidikan
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Konsisten Perjuangkan Pemerataan Pendidikan, Dr Karmila Sari Raih detikSumatera Award 2026
Pramuka Peduli Stunting, Kwarcab Pekanbaru Salurkan Ban
SDN 4 Siak Kecil Bengkalis Dukung Pembatasan Penggunaan
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Olahraga
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Steven Gerrard Soroti Kesalahan Transfer Liverpool: Neco Williams Seharusnya Tak Dijual
Syahrul Aidi Dorong Gala Desa Kuok Jadi Ajang Lahirkan
Bupati Kampar Buka Gala Desa Riau, Dorong Generasi Muda