Wisata Taman Bunga di Negeri Serambi Mekkah

Alwira Fanzary
Kamis, 3 Januari 2019 14:34:58
Celocia Garden

Kanalsumatera.com - Masih ingat film India garapan sutradara Aditya Chopra berjudul Dilwale Dulhania Le Jayenge? Film yang aktor utamanya Shah Rukh Khan dan Kajol ini cukup mentereng pada masanya.

Sebagai salah satu film terlaris Bollywood, Dilwale Dulhania Le Jayenge mengemas keuntungan sekitar 37 juta dolar AS. Angka ini cukup fantantis mengingat budget pembuatannya hanya sekitar 1,2 juta dolar AS.

Seperti diketahui, film India identik dengan adegan menari dan menyanyi. Bagi para penggemar Dilwale Dulhania Le Jayenge, pasti tidak asing lagi dengan soundtrack-nya yang berjudul Tujhe Dekha toh Yeh Jaana Sanam.

Baca: Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat

Ingat tidak? bagaimana Shah Rukh Khan dan Kajol memerankan Raj dan Simran dalam video klip tersebut. Keduanya berada di tengah padang penuh bunga warna kuning yang begitu indah.

Dari kejauhan, lamat-lamat suara Raj terdengar merdu. Simran tertegun, sementara angin dengan begitu lembutnya melambai sari putih yang dia kenakan.

Akting keduanya dikemas dengan begitu apik. Mereka adalah sepasang kekasih yang tengah kasmaran dan melepas rindu di antara padang penuh bunga canola yang terhampar luas bak karpet.

Sebagai catatan, lokasi pengambilan gambar video klip lagu tersebut adalah Pahalgam. Tempat eksotis ini ada di Distrik Anantnag, Provinsi Jammu dan Kashmir, India bagian utara.

Tempat ini terkenal dengan kawasan pedesaan yang di kelilingi perbukitan. Tak heran jika tempat ini mendapat julukan Paradise on Earth karena keindahan alamnya.

Baca: Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar, Bahas Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Bagi yang suka fotografi pasti tertarik ke tempat itu, terlebih yang penggemar swafoto. Bisa dibayangkan, berfoto sepuasnya sambil menikmati pemandangan alam bak taman surgawi.

Nah, tak perlu jauh-jauh ke Pahalgam, di Aceh ada kok tempat seperti itu, tepatnya di Kabupaten Aceh Jaya, Desa Alue Pit, Kecamatan Panga. Celocia Garden. Begitulah Kaisar, pemilik kebun menamakan destinasi wisata yang baru empat bulan dikelolanya itu.

Taman bunga seluas 1 hektare ini berada tepat di pinggir jalan lintas Meulaboh-Banda Aceh, tepatnya Jalan Teuku Umar. Berbeda dengan Pahalgam yang diisi oleh bunga canola, di taman ini terhampar bunga jenis celocia dengan tiga jenis warna, orange, kuning, dan merah.

Tidak tanggung-tanggung, Kaisar mendatangkan bibit bunga langsung dari Pattani, Thailand bagian selatan. Taman bunga celocia miliknya mendadak viral dalam beberapa hari ini.

"Sekitar empat bulan lalu saya kelola, tapi viralnya baru tiga hari ini," ungkap Kaisar kepada Liputan6.com, Selasa malam (1/1/2018).

Baca: Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantara 2026, 5 Agenda Diantaranya dari Riau

Para pengunjung membludak seketika. Hari ini saja, sekitar 500 pengunjung datang ke taman bunga miliknya, dari awalnya yang hanya 100 pengunjung.

Mayoritas para pengunjung adalah warga Aceh. Meski begitu, tidak sedikit pula datang dari luar Aceh. Mereka tertarik datang setelah taman bunga milik Kaisar viral di media sosial.

"Setahu saya ada dari Medan, Sumatera Utara, bahkan ada yang dari Jawa. Mulai membeludak sejak 29 Desember," ujar lulusan fakultas hukum tersebut.

Kaisar memberlakukan tiket masuk untuk para pengunjung dewasa, tapi tidak untuk anak-anak. Namun demikian, Rp 10 ribu sangat murah dibanding kepuasan yang akan didapat.

Hanya dengan 10 ribu, para pengunjung dapat berfoto sepuasnya. Celocia Garden dibuka enam hari selama seminggu, kecuali hari Jumat, sejak pukul 08.00 pagi hingga pukul 18.00 sore.

Seorang pengunjung, Santi (19), yang datang jauh-jauh dari Meulaboh merasa puas setelah mengunjungi taman itu. Menurut dia, Celocia Garden recommended bagi mereka, para penggila fotografi.

"Wah, keren tempatnya. Besok-besok mau singgah di sana lagi. Waktu ke Banda Aceh. Asyik-lah tempatnya. Karena di Aceh itu perdana dan menurut saya masterpiece sekali," ucap Santi.

Pantauan, para pengunjung tampak berswafoto ria di antara jejeran bunga warna-warni. "Ada sensasi luar negeri ala lokal ketika melihat hamparan bunga di Celocia Garden," kata Santi.

Bunga-bunga di Celocia Garden disusun tiga barisan untuk satu jenis warna. Tiap barisan dipisah oleh ruang yang dapat dilewati, sehingga para pengunjung bisa berdiri di tengah hamparan bunga warna-warni, dan 'cklik' foto dengan background seperti di film Dilwale Dulhania Le Jayenge pun jadi.

Ide gila Kaisar menggarap lahan keluarga menjadi taman bunga pernah ditolak. Terjadi diskursus yang alot antara konsep pekerjaan yang dianggap feminin dan maskulin.

"Karena di Aceh ini, menanam bunga (bagi lelaki) sangat langka dan aneh," kata sarjana hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh itu.

Idenya tersebut didapat saat berkunjung ke beberapa negara. Kaisar berpikir keras, bagaimana membangun taman bunga dengan konsep taman bunga tulip seperti di Eropa tanpa harus menggunakan bunga yang banyak ditemukan di Belanda itu.

Dari awal pembibitan hingga bunga tumbuh mekar memerlukan waktu 5 hingga 6 bulan. Dalam waktu tersebut, Kaisar melakukan penyemaian kembali, sehingga bunga-bunga tersebut tetap tumbuh bermekaran.

Belakangan, pria kelahiran Aceh Jaya 12 Desember 1990 ini berhasil membuktikan kepada keluarga bahwa dia berhasil, dengan idenya tersebut. Bagi Kaisar, kesuksesan tergantung pada diri masing-masing.

"Saya ingin membuka mata bahwa peluang kerja untuk membangkitkan ekonomi masyarakat bisa dari segi apapun. Tergantung pada diri kita masing-masing," ucap Kaisar menambahkan. Lp6/Kso

Lainnya
Khawatir Dampak Corona, Wisatawan China Batal ke Istana Tanah Datar
Khawatir Dampak Corona, Wisatawan China Batal ke Istana Tanah Datar
Kue Talam Durian Masuk Nominasi API 2019, Kadisbudpar P
Sumatera juga Punya Museum Uang, Tepatnya di Kota ini
Penginapan Ini Dikelilingi 77 Singa Dewasa
Lifestyle
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Permata Ummat Berharap Pemerintah Beri Fasilitas Yang Cocok Untuk Para Disabilitas
Forum Pekanbaru Kota Bertuah Bantu Umi Marila Janda Ana
RS Zainab Pekanbaru Hadirkan Klinik Fertilitas, Beri Ha
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Budaya
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Mengulik Sejarah Suku Tanjung dari Sumatera Barat
Gunting Pita Menjadi Pertanda Kampar Expo 2023 Resmi Di
Festival Subayang 2023, Ini Jadwal dan Konsepnya
Pendidikan
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik
Hasil TKA SD SMP 2026 Disorot Kritis, Pakar: Numerasi Indonesia Bermasalah Sistemik
Pemkab Bengkalis Usulkan 5 Lokasi Pembangunan Sekolah N
Disdukcapil Bengkalis Jemput Bola Rekam KTP-el di Sekol
Kriminal
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Gajah Mati Tanpa Kepala di Areal Hutan Akasia, Polda Riau Selidiki dan Buru Pelaku
Polres Bengkalis Gagalkan Perdagangan Orang, Selamatkan
Hati-Hati! Ada Akun Facebook Palsu Mengatasnamakan Plt
Leisure
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantar
Ekonomi
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Harga TBS Belum Stabil, Abdullah Minta Pengawasan Ketat Perusahaan Sawit: Evaluasi Izin Jika Perlu!
Polsek Mandau dan Pemkab Bengkalis Kelola 2 Hektare Lah
Disbun Riau Tegas: PKS Dilarang Turunkan Harga TBS Sepi