Kebijakan Tiket Mahal, Asita: Berwisata ke Thailand Lebih Murah dari ke Padang

Alwira Fanzary
Jumat, 11 Januari 2019 20:25:21
Bandara Internasional Minangkabau

KANALSUMATERA.com - Biaya paket wisata ke Bangkok atau Phuket Thailand lebih murah dari pada ke Padang gara-gara tingginya harga tiket sehingga dikhawatirkan membuat pariwisata domestik lesu.

"Harga paket wisata dalam atau luar negeri itu relatif sama, yang membedakan adalah harga tiket. Kondisi sekarang wisata ke luar negeri memang lebih murah," kata Ketua Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Sumbar, Ian Hanafiah, seperti yang dikutip dari kantor berita AntaraSumbar, Jum'at (11/1).

Ia mengatakan itu di Padang, terkait ancaman lesunya pariwisata daerah akibat kebijakan tarif tiket tinggi yang diterapkan sejumlah maskapai penerbangan.

Menurutnya, saat ini harga tiket Padang-Jakarta-Padang atau sebaliknya untuk maskapai Lion Air mencapai Rp2-2,5 juta. Sementara jika menggunakan Garuda Indonesia Rp3,8-4,2 juta.

Bandingkan dengan harga tiket untuk Padang-Kuala Lumpur-Padang yang hanya Rp800 ribu-1,2 juta. Atau penerbangan Padang-Bangkok-Padang hanya Rp2-2,5 juta dan Padang-Phuket-Padang yang hanya Rp1,9 juta.

Logikanya, wisatawan tentu akan memilih harga yang lebih murah, apalagi untuk sebagian wisatawan gengsi wisata ke luar negeri itu juga lebih "wah".

Akibatnya banyak rencana wisata domestik dibatalkan dan diganti perjalanan wisata luar negeri.

"Kondisi ini sangat memprihatinkan karena pariwisata daerah sedang menggeliat namun dipaksa untuk mati sebelum berkembang," kata Ian.

Ia menilai pemerintah harus melakukan intervensi terkait kebijakan maskapai yang menerapkan harga tiket tinggi itu, tidak hanya berlindung di balik aturan "range" batas atas dan batas bawah.

Harga acuan untuk penerbangan domestik terutama Jakarta-Padang adalah Garuda Indonesia. Jika maskapai milik pemerintah itu menerapkan harga tinggi meski dalam batas atas, maka maskapai lain akan mengikuti.

Gubernur Irwan Prayitno juga mengkritik kebijakan maskapai itu. Padahal Pemprov Sumbar sudah menyurati hingga tiga kali, tetapi tidak pernah digubris.

"Kita akan surati lagi. Mudah-mudahan ada tanggapan," katanya.

Jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar pada 2018 menurut data Dinas Pariwisata setempat mencapai 8,1 juta orang masing-masing 8.073.070 orang wisatawan nusantara dan 57.638 orang wisatawan mancanegara.

Namun beragam kebijakan yang diambil maskapai pada awal Januari 2019 dikhawatirkan akan berpengaruh buruk terhadap jumlah kunjungan tahun ini. Ant/Kso



Lainnya
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Pemkot Tanjungpinang dan Pelindo Luncurkan Kapal Wisata
Nagari Alahan Panjang, Destinasi Wisata Terdingin, Menc
RDTR Beluh Disahkan, Izin Usaha di Kawasan Mandeh Belum
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Pariwara
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Ritual Bakar Tongkang Bagansiapiapi Mendunia, Tradisi Sejak 1820 Jadi Magnet Wisata Internasional
Hendry Munief Dorong UMKM Pariwisata Belajar dari Thail
Pj. Wali Kota Pekanbaru Luncurkan Program Penghapusan D
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Leisure
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI
Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningk
Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Hukum
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Polisi Temukan Vape Etomidate Bekas Pakai di Apartemen Jule
Pejabat Bea Cukai Akui Terima Rp1 Miliar per Bulan dari
Hendry Munief Soroti Abrasi dan Privatisasi Pulau: Haru
Pendidikan
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak Bebas Main HP
Kemenag Batasi Penggunaan Gawai di Sekolah, Siswa Tak Bebas Main HP
Syahrul Aidi dan Hendry Munief Kompak Motivasi Mahasisw
Disdik Pekanbaru Tegaskan Sekolah Wajib Patuhi Kebijaka