Wagub Sebut Kualitas Pariwisata Bali Turun Drastis Karena Dijual Murah oleh Turis

Alwira Fanzary
Kamis, 21 Februari 2019 14:56:34
Wisata alam di Bali

KANALSUMATERA.com - Wakil Gubernur Bali, Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, tak ragu menyebut jika kualitas pariwisata Bali kini mengalami penurunan drastis. Penyebabnya, kata tokoh yang karib disapa Cok Ace itu, adalah upaya 'menjual' Bali dengan harga yang murah.

"Bali mengalami penurunan kualitas pariwisata. Salah satu indikasinya adalah penurunan daya beli. Bali dijual murah oleh turis," kata Cok Ace pada seminar dengan tema 'Nangun Sat Kethi Loka Bali sebagai Spirit Pembangunan Ekonomi Bali' di Vasini Hotel, Denpasar, Rabu, 20 Januari 2019 seperti yang dilansir dari viva.co.id.

Pada acara yang diinisiasi Mandiri Jaya Organizer itu, ia melanjutkan, selama ini pariwisata merupakan tulang punggung ekonomi Bali, selain dari UKM dan sektor pertanian. Pertumbuhan ekonomi Bali sebesar 6,35 persen melampaui nasional sebesar 5,17 persen.

Begitu pula dengan PDRB Bali sebesar 56 persen yang melebihi nasional sebesar 54 persen. Persentase kemiskinan dan pengangguran di Bali juga jauh di atas nasional yakni 3 persen dan 1,17 persen berbanding 9 persen dan 5,14 persen.

Dalam hal indeks pembangunan manusia, Bali juga mengungguli nasional dengan raihan 74,30. "Ini menyangkut kesehatan, kebahagiaan, pendidikan dan tingkat ekonomi Bali yang jauh di atas nasional," jelas dia.

Baca: Dua Penggerak Desa Sejahtera Astra Raih Satyalencana Kepariwisataan dari Presiden RI

Selain itu, sektor pariwisata menyumbang 73 persen pendapatan Bali atau setara Rp163 triliun dari pendapatan total sektor pariwisata senilai Rp225 triliun.

"Itu pendapatan kotor Bali di sektor pariwisata. Sisanya sektor UKM dan pertanian, di mana pertanian menyumbang 14 persen pendapatan Bali," ujarnya.

Hanya saja, dijual murahnya Bali oleh turis, utamanya wisatawan asal China menjadi tantangan tersendiri. Ia menceritakan, toko-toko asal China yang beroperasi di Bali banyak menjual hal-hal tak berkaitan dengan pariwisata seperti rantang, panci, bantal dan lainnya.

Dari hasil investigasinya, turis China diajak masuk ke toko tersebut. Terlebih dahulu mereka di cluster dalam ruangan sejumlah 30-50 orang. Di sana, mereka mendapat penjelasan tentang produk yang mereka jual dikaitkan dengan Indonesia.

"Mereka menjelaskan jika Indonesia merupakan penghasil karet terbaik di dunia. Kalau tidak tertarik membeli, mereka akan dipaksa dengan beragam cara untuk tertarik membeli," papar Cok Ace.

Baca: Masyarakat Ingin Libur ke Rupat Utara Terpantau Meningkat

Anehnya, para pegawai toko tersebut tak bisa berbahasa Indonesia meski memiliki KTP Indonesia seperti Singkawang dan Sumatera.

"Ini juga saya selidiki. Lalu pembayarannya dia pakai WeChat. Artinya, produk yang mereka jual tidak ada di Bali. Di sini hanya sampel saja. Barang sudah ada di sana (China). Kita tidak pernah terima pendapatan dari impor barang dia," jelas Cok Ace.

"Dari keuntungan itu disebut jual beli kepala. Toko harus bayar kepada agen, kepada partnersekian dolar," beber dia.

Jika turis China tak tertarik membeli juga, Cok Ace mengaku mereka memiliki trik rayuan maut lainnya. Yakni, mereka akan memelas bercerita jika orangtua mereka pengusaha kaya raya di negeri asalnya. Mereka dikirim ke Bali untuk mengelola usaha orangtua mereka.

"Dia mengaku tersiksa di Indonesia. Dia minta dibeli barangnya agar dapat pulang ke negaranya. Dari satu kepala, keuntungan yang didapat US$100. Kira-kira dia dapat US$1.000 dari bisnis itu dalam sehari," urai dia.

Baca: Pengelola Wisata De Kotoz Audiensi dengan Bupati Kampar, Bahas Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Hal lainnya, banyak turis China yang mengalami kecelakaan dalam berkendara. Setelah dicek ternyata bus yang mereka sewa adalah keluaran tahun 80-an. Sementara banyaknya turis China yang tewas saat diving atau rafting itu terjadi lantaran sengaja menyewa instruktur tak bersertifikat berbiaya murah.

"Sekarang mencuat isu di China jika mereka diusir dari Indonesia. Bali yang daerahnya baik sekarang juga sudah tidak mau menerima kami (orang china). Maka baru-baru ini saya ke China menjelaskan apa yang terjadi sesungguhnya. Kalau mereka dikelola dengan baik, cukup bagus karena ada 11 juta turis China trip ke Bali," tuturnya.

Sementara itu, salah satu narasumber pada acara itu, Wakil ketua Umum 1 IWAPI, Ni Wayan Parwati Asih menyatakan dukungannya terhadap program Nangun Sat Kerthi Loka Bali sebagai spirit pembangunan ekonomi Bali guna menunjang pembangunan nasional khususnya Provinsi Bali.

"Kami mendukung segala upaya yang dilakukan Pemprov Bali guna melindungi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di tengah pasar global," ujarnya. Kso



Terkait
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantara 2026, 5 Agenda Diantaranya dari Riau
Kementerian Pariwisata Luncurkan Karisma Event Nusantara 2026, 5 Agenda Diantaranya dari Riau
Lainnya
Dorong Pariwisata Batam Bangkit, Pelaku Pariwisata Kota Batam Ikuti Vaksinasi Covid-19
Dorong Pariwisata Batam Bangkit, Pelaku Pariwisata Kota Batam Ikuti Vaksinasi Covid-19
Sail Nias 2019 Peluang Promosikan Destinasi Wisata Kela
Danau Bokuok Menuju Destinasi Wisata Unggulan di Kampar
Wisata Kawah Putih di Simalungun
Nasional
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto
Prabowo Lantik Letjen Kristomei Sianturi sebagai Kepala BNPB, Gantikan Suharyanto
DPR Desak Pemerintah Fasilitasi Jemaah Umrah Batal Bera
Kapolri Minta MUI Pusat Kaji Fatwa Haram Vape, Waspadai
Ottech
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Aktivasi Internet Rakyat Mulai Januari 2026, Berikut Cara Daftar dan Biaya Langganannya
Google Resmi Ubah Strategi Update Android, Ini Informas
Disney Tuntut Google Dugaan Pencurian Hak Cipta AI, Ini
Viral
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
PO MTrans Klarifikasi Viral Klakson Bus Suara Jokowi, Disebut Hasil Rekayasa
Semarakkan Ramadhan, Masjid ini Rutin Berikan Hadiah Um
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket
Pendidikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Prof. Ahmad Fadli Raih Suara Terbanyak Pemilihan Rektor Unri, Panitia: Menunggu Pelantikan
Kuliah Sambil Beternak Kambing, Auria Lulus UB dengan I
Dua Guru Besar UIN Jakarta Masuk Top 2% Ilmuwan Dunia 2
Lifestyle
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Kompres Es di Ketiak untuk Redakan Kecemasan? Ini Penjelasan Psikiater
Bukan Gaji Bulanan, Segini Uang dan Bonus yang Bisa Dit
BPJS Kesehatan Masih Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Dan
Daerah
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
PT Musim Mas Kerahkan Tim dan Peralatan Perkuat Penanganan Karhutla di Kerumutan Pelalawan
Bupati Kampar Pastikan Bara Karhutla di Rimbo Panjang B
Hadirkan Koh Dennis Lim, Jambore BKPRMI Riau 2026 Usung
Global
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Jepang Turunkan 3 Helikopter CH-47 dan 600 Personel Bantu Atasi Karhutla di Kalimantan
Trump Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, PM K
Prabowo Terima Ramos-Horta di Istana, 20 Peraih Nobel I