Mencicipi Kuliner Mewah Zaman Mataram di Jogyakarta

Alwira Fanzary
Rabu, 2 Januari 2019 15:39:27
Pembuatan Roti Kembang Waru

Kanalsumatera.com - Yogyakarta memang tidak bisa dilepaskan dari sejarah masa lalunya. Dahulu, di tanah Yogyakarta pernah berdiri kerajaan-kerajaan besar yang berjaya di masanya. Mataram Kuno dan Mataram Islam menjadi dua kerajaan besar yang pernah berjaya di wilayah Yogyakarta.

Meski sama-sama bernama Mataram, keduanya merupakan kerajaan yang berbeda. Peninggalan Mataram Islam di Yogyakarta dan Solo Mataram Kuno berdiri pada abad ke-8, sementara Mataram Islam berdiri pada abad ke-17. Kini Mataram pun tak hanya sekadar cerita sejarah semata. Ada banyak peninggalan sejarah yang masih bisa bisa ditemukan.

Untuk peninggalan Mataram Islam, salah satu yang kini masih bisa dijumpai adalah kuliner tradisional. Sajian tersebut adalah roti kembang waru yang bisa ditemukan di kawasan ibu kota pertama kerajaan ini, Kotagede. Tempat roti ini dibuat saat ini ada di Kampung Bumen yang terletak sekitar 500 meter timur laut Pasar Kotagede. Ada 20 pembuat roti kembang waru di kampung ini yang beranggotakan 23 keluarga, salah satunya adalah Basiran Basis Hargito.

Sajian untuk acara kerajaan Ketika ditemui Kompas.com, pria yang disapa Basis ini mengatakan kalau pada zaman dahulu, roti ini biasa disajikan ketika keraton sedang menggelar acara seperti mitoni, selapanan, tekanan, manten, atau lamaran. Nama kembang waru pada roti ini dikarenakan bentuknya yang menyerupai bunga waru.

Diceritakan dahulu di sekitar Keraton Kotagede terdapat banyak pohon waru yang berbunga, tetapi tidak produktif. Selain tidak pernah berbuah, kayu pohon waru pun tidak cocok jika dipakai untuk bahan konstruksi bangunan. Juru masak kerajaan pun membuat cetakan roti dari bunga waru karena mudah untuk ditiru.

Saat ini bahan pembuat roti sedikit mengalami perubahan. Jika zaman dulu menggunakan telur kampung dan tepung ketan, maka sekarang bahannya dari telur ayam petelur dan tepung terigu. Sementara untuk pewanginya, jika dahulu menggunakan daun pandan, maka sekarang ini menggunakan vanili.

Meski demikian, rasa dan kualitasnya tetap terjaga seperti aslinya. Empuk, wangi dan manis Basis melanjutkan, untuk menjaga rasa dan kualitas, maka teknik memasak roti kembang waru masih menggunakan cara tradisional. Kompor untuk memasak roti ini masih memakai arang, bukan gas ataupun minyak. Kpo/Ir

Lainnya
3 View Menarik Tongkrongin Singapura Dari Batam
3 View Menarik Tongkrongin Singapura Dari Batam
Pemkab Belitung Dorong Setiap Desa Miliki Satu Destinas
Kawasan Wisata Embung Air Bandar Raya Dibuka, Sekko: Ma
Provinsi Riau Juara Umum Lomba Memasak Ikan Tingkat Nas
Fokus Redaksi
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Soal Ujian SD di Solok Dinilai Lecehkan Nabi Muhammad, Polisi Periksa Semua Pihak
Pedagang Makanan dan Obat Ilegal di Situs Online Ogah C
Lahan Terbakar di Bintan Hanguskan Rumah Sekcam dan Men
Politik
Sosialisasi dan Bangun Kerjasama, KPU Kunjungi DPD PKS Pekanbaru
Sosialisasi dan Bangun Kerjasama, KPU Kunjungi DPD PKS Pekanbaru
Jelang Muscam PK Golkar Kampar Kiri Hulu, Dinamika Mula
Hadapi Pilkada Kampar, DPD PKS Kampar Konsultasi ke DPW
Pendidikan
Perusahaan di Tambang Berjanji Bantu Beasiswa dan Pendidikan Paket Untuk Masyarakat Kurang Mampu
Perusahaan di Tambang Berjanji Bantu Beasiswa dan Pendidikan Paket Untuk Masyarakat Kurang Mampu
Audiensi Mahasiswa Tambang dan Perusahaan yang Difasili
STIE Bangkinang Berencana Buka Kampus 2 di Lipat Kain u
Hukum
Kinerja Kejari yang Bagus, James Bond: Harus Terus Usut Mega Korupsi di Kuansing
Kinerja Kejari yang Bagus, James Bond: Harus Terus Usut Mega Korupsi di Kuansing
Yuyun Hidayat: Investigasi Insiden Tenggelamnya Kapal B
Pemkab Kampar Diminta Tanggung Jawab Soal Insiden Tengg
Hoax or Not
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Hotel di Lampung Di Teror Email Bom, Polisi Bergerak
Banyak Pelaku Terorisme Berasal dari Sumbar dan Sumsel,
Soal Penelantaran Kakek Bernama Abdul Jalil di Medan, I
Viral
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket Hijau Tua (USU) Dipukuli Oknum Polisi
Polda Sumut Angkat Bicara soal Video Mahasiswa Berjaket Hijau Tua (USU) Dipukuli Oknum Polisi
Posko Darurat Asap PKS Riau, Dari Over Kapasitas Hingga
Warga Besitang Meninggal Dalam Kamar Hotel Budi Baru, D
Nasional
Edhy Prabowo Mengeluh Dua Bulan Tak Bisa Bertemu Keluarga
Edhy Prabowo Mengeluh Dua Bulan Tak Bisa Bertemu Keluarga
Rencana Pemindahan Ibu Kota Disebut Telah Memasuki Taha
Gempa Magnitudo 7,1 di Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi